Salah satu pertanyaan terbesar sebelum memasang PLTS adalah: "Kapan investasi ini bisa balik modal (Return on Investment/ROI)?"

Analisis ROI paling relevan dan sederhana adalah untuk sistem **On-grid** (terhubung PLN) karena fokus utamanya adalah memotong tagihan listrik. Sistem Off-grid dan Hybrid memiliki pertimbangan ROI yang lebih kompleks karena melibatkan biaya baterai.

Ilustrasi perhitungan balik modal PLTS

Faktor Kunci yang Mempengaruhi ROI

Waktu balik modal sangat tergantung pada 3 faktor utama:

  1. Biaya Pemasangan Awal: Meliputi panel, inverter, *bracket*, kabel, dan biaya instalasi.
  2. Kapasitas Sistem: Semakin besar kapasitasnya (kWp), semakin besar penghematannya.
  3. Tarif Listrik & Jam Matahari Efektif (HSP): Semakin tinggi tarif listrik/semakin tinggi HSP, semakin cepat ROI.

Contoh Perhitungan ROI PLTS On-Grid 1.5 kWp

Kita akan menggunakan asumsi konservatif untuk menghitung berapa lama sistem PLTS On-grid berkapasitas 1.5 kWp bisa balik modal. Asumsi ini bisa berbeda di lapangan.

Asumsi Data:

  • Kapasitas Sistem: 1.5 kWp
  • Harga Pasang (Rata-rata di Indonesia): Rp15.000.000,- hingga Rp18.000.000,- per kWp (termasuk inverter dan instalasi). Kita pakai asumsi **Rp17.000.000,-/kWp**.
  • Jam Matahari Efektif (HSP): 4 jam/hari (nilai rata-rata Indonesia).
  • Tarif Listrik (R1/3500 VA): Rp1.444,-/kWh (tarif flat PLN).
Indikator Perhitungan Nilai (IDR)
Total Biaya Awal (1.5 kWp) 1.5 kWp x Rp17.000.000,- 25.500.000
Produksi Energi Harian 1.5 kWp x 4 jam = 6 kWh 6 kWh/hari
Produksi Energi Bulanan 6 kWh x 30 hari = 180 kWh 180 kWh/bulan
Potensi Hemat Per Bulan 180 kWh x Rp1.444,- 260.000
Potensi Hemat Per Tahun Rp260.000,- x 12 bulan 3.120.000
Waktu Balik Modal (ROI) Total Biaya / Hemat Per Tahun 8.17 tahun

Hasil Analisis: Sistem PLTS On-grid 1.5 kWp diperkirakan Balik Modal dalam waktu 8 tahun.

Mengingat masa pakai panel surya yang mencapai 25 tahun, kamu akan menikmati listrik gratis selama sekitar 17 tahun setelah balik modal.

Mengapa ROI Bisa Lebih Cepat (4-5 Tahun)?

Angka 8 tahun di atas adalah nilai konservatif. Dalam banyak kasus, terutama di Indonesia, ROI bisa jauh lebih cepat. Mengapa?

  1. Tarif Listrik yang Lebih Tinggi: Jika kamu menggunakan tarif bisnis/industri (misal Rp1.699,-/kWh), ROI akan langsung turun menjadi sekitar 7 tahun.
  2. Harga Instalasi Turun: Jika kamu mendapatkan harga instalasi yang lebih murah (misal Rp15.000.000,-/kWp), ROI akan menjadi sekitar 7.2 tahun.
  3. Kombinasi Pengurangan Tagihan yang Efektif: Jika kamu juga mengatur waktu pemakaian alat listrik (misal mencuci/menyetrika di siang hari), efektivitas pengurangan tagihan bisa meningkat drastis.
  4. Kenaikan Tarif Listrik: Setiap kenaikan tarif PLN secara otomatis mempercepat waktu balik modal PLTS.

Penting: Untuk sistem PLTS Off-grid dan Hybrid, fokus investasi utamanya adalah pada keamanan pasokan dan kemandirian, bukan pada kecepatan balik modal (karena biaya baterai tinggi).

Ingin dihitungkan ROI berdasarkan tagihan listrik dan asumsi harga di daerahmu? Gunakan kalkulator PLTS di homepage atau booking konsultasi PLTS di RENERGI MEDIA.