Ini adalah bagian terpenting dari merancang PLTS: menghitung kebutuhanmu. Kapasitas sistem yang salah hitung bisa mengakibatkan listrik mati di malam hari (under capacity) atau biaya yang kemahalan (over capacity).

Ikuti 5 langkah sederhana di bawah ini untuk menghitung kebutuhan panel surya, baterai, dan inverter untuk sistem PLTS rumahanmu.

Ilustrasi langkah-langkah perhitungan PLTS

1. Hitung Total Kebutuhan Energi Harian (Wh)

Langkah pertama adalah membuat daftar semua alat listrik yang ingin kamu *backup* atau *supply* menggunakan PLTS, lalu hitung total energi harian (Watt-hour atau Wh) yang mereka butuhkan.

Contoh Perhitungan Beban Harian:

Alat Listrik Daya (Watt) Jam Pakai (h) Total Wh
Lampu LED (5 buah) 5 x 10 W = 50 W 8 jam 400 Wh
TV LED 50 W 5 jam 250 Wh
Kipas Angin 40 W 6 jam 240 Wh
Charger Gadget/Laptop 50 W 2 jam 100 Wh
TOTAL KEBUTUHAN ENERGI HARIAN (Wh) 990 Wh

Total Kebutuhan Energi Harian: 990 Wh

2. Tentukan Jam Matahari Efektif (Sun Hour/HSP)

Jam Matahari Efektif (HSP) adalah rata-rata jam dalam sehari di mana sinar matahari cukup kuat untuk menghasilkan output maksimum dari panel surya.

  • Di Indonesia, nilai ini umumnya berkisar antara **3,5 hingga 4,5 jam per hari.**
  • Kita akan menggunakan nilai aman: **4 jam.**

3. Hitung Kapasitas Panel Surya (Wp)

Untuk menghitung kapasitas panel (Wp) yang dibutuhkan, kamu harus memperhitungkan **faktor kerugian (loss factor)** karena efisiensi sistem, kabel, dan suhu yang tidak ideal. Ambil **loss factor 1.3** (atau 30% kerugian).

Kapasitas Panel Wp = (Total Wh Harian x Loss Factor) / Jam Matahari Efektif

Perhitungan Kapasitas Panel:

Kapasitas Wp = (990 Wh x 1.3) / 4 jam
Kapasitas Wp = 1287 / 4
Kapasitas Wp = 321,75 Wp

Dengan membulatkan ke atas (kapasitas panel yang tersedia di pasaran), kamu membutuhkan panel surya dengan total kapasitas sekitar **350 Wp**. Jika kamu menggunakan panel 100 Wp, maka kamu butuh 4 buah panel (400 Wp).

4. Hitung Kapasitas Baterai (Ah)

Untuk sistem *off-grid* atau *hybrid* yang menggunakan baterai, kamu perlu menghitung kapasitas baterai yang dibutuhkan untuk menyimpan energi yang sudah dihitung (990 Wh) dengan mempertimbangkan:

  1. **Tegangan Sistem (V):** Misal kamu menggunakan sistem 12 Volt.
  2. **Depth of Discharge (DOD):** Ini adalah batas aman baterai boleh dikosongkan. Untuk baterai *Deep Cycle* atau LiFePO4, aman menggunakan 50% hingga 80%. Kita gunakan **50% (0.5)** sebagai nilai konservatif untuk baterai aki biasa.

Kapasitas Baterai Ah = Total Wh Harian / (Tegangan V x DOD)

Perhitungan Kapasitas Baterai:

Kapasitas Ah = 990 Wh / (12 Volt x 0.5)
Kapasitas Ah = 990 / 6
Kapasitas Ah = 165 Ah

Kamu membutuhkan baterai dengan total kapasitas **165 Ah** (pada sistem 12 Volt). Rekomendasi: 2 buah baterai **100 Ah Deep Cycle** (total 200 Ah) atau satu buah baterai **100 Ah LiFePO4** (DOD 80%).

5. Tentukan Kapasitas Inverter (W)

Kapasitas **Inverter** (alat yang mengubah DC dari panel/baterai menjadi AC 220V) harus mampu menanggung **daya total maksimum** semua alat yang menyala *secara bersamaan*.

Kapasitas Inverter = Total Daya Maksimum (Watt) x Safety Factor

  • **Total Daya Maksimum:** Dari contoh di atas, jika semua alat menyala bersamaan, daya totalnya adalah **290 Watt** (50W+50W+40W+50W).
  • **Safety Factor:** Ambil faktor aman **1.2** (20% cadangan).
  • **Perhitungan:** 290 W x 1.2 = **348 Watt**

Kamu harus memilih Inverter dengan kapasitas minimal **350 Watt** (lebih aman jika memilih yang **500 Watt Pure Sine Wave**).

Rekapitulasi Sistem untuk Kebutuhan 990 Wh

Komponen Rekomendasi
Panel Surya 350–400 Wp
Baterai 165–200 Ah (12 V) Deep Cycle / LiFePO4
Inverter 500 Watt Pure Sine Wave
Controller 40 A MPPT (Lebih efisien)

Kesimpulan

Dengan panduan ini, kamu dapat menghitung sendiri kebutuhan PLTS untuk rumah tangga, memastikan tidak ada pemborosan biaya atau kekurangan daya.

Ingin dibantu mengecek perhitungan atau menyusun RAB sistem seperti contoh di atas? Kamu bisa booking konsultasi PLTS dan kita hitung bersama sesuai kondisi rumahmu.