Setelah memahami apa itu panel surya, langkah berikutnya adalah mengerti bahasa kelistrikan. Istilah seperti Watt-peak (Wp), Watt-hour (Wh), Watt, Volt (V), dan Ampere (A) mungkin terdengar membingungkan, tetapi sebenarnya sangat mudah dipahami. Mempelajari satuan-satuan ini adalah kunci untuk merancang sistem PLTS yang efisien.
1. Watt (W) - Daya
Watt (W) adalah satuan daya atau laju konsumsi energi. Ini adalah seberapa banyak energi yang digunakan oleh sebuah alat listrik pada satu waktu.
- Analogi Sederhana: Watt ibarat kecepatan mobil saat ini (misal 60 km/jam).
- Contoh PLTS: Jika kamu menyalakan lampu LED 10 Watt, maka lampu itu mengkonsumsi daya sebesar 10 Watt.
2. Watt-hour (Wh) - Total Energi
Watt-hour (Wh) adalah satuan total energi yang dipakai atau dihasilkan selama periode waktu tertentu. Wh sangat krusial dalam perhitungan PLTS karena ini yang menentukan seberapa besar kebutuhan harian rumahmu.
- Rumus: Wh = Watt (W) x Jam Pemakaian (h).
- Analogi Sederhana: Wh ibarat total jarak yang ditempuh mobil (misal 60 km) jika mobil berjalan selama 1 jam pada kecepatan 60 km/jam.
- Contoh PLTS: Lampu 10 Watt yang menyala selama 10 jam membutuhkan energi sebesar (10 W x 10 h) = 100 Wh.
Perlu kamu ingat: 1 kWh (Kilo Watt-hour) = 1.000 Wh. Tagihan listrik PLN dihitung dalam kWh.
3. Watt-peak (Wp) - Kapasitas Puncak Panel
Watt-peak (Wp) adalah satuan yang spesifik untuk panel surya. Ini menunjukkan daya output maksimum teoretis yang dapat dihasilkan panel pada kondisi pengujian standar (Standard Test Conditions/STC).
- Kondisi STC: Suhu panel 25°C dan intensitas matahari 1.000 W/m².
- Contoh PLTS: Panel 200 Wp berarti panel tersebut idealnya menghasilkan 200 Watt daya dalam kondisi pengujian sempurna. Di lapangan, output sebenarnya akan sedikit lebih rendah karena faktor lingkungan.
4. Volt (V) - Tegangan
Volt (V) adalah tegangan atau "tekanan" yang mendorong arus listrik. Ibarat pompa air, Volt adalah tekanan dorongan air dalam pipa.
- Contoh PLTS: Sistem PLTS rumahan biasanya menggunakan tegangan 12V, 24V, 48V (untuk sistem DC) atau 220V (untuk sistem AC, sama seperti PLN).
- Penting: Inverter harus sesuai dengan tegangan baterai (misal baterai 12V dipasangkan dengan inverter 12V).
5. Ampere (A) - Arus Listrik
Ampere (A) adalah satuan arus listrik atau jumlah elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam waktu tertentu. Ibarat volume air yang mengalir dalam pipa.
- Contoh PLTS: Ampere digunakan untuk mengukur seberapa besar arus yang dihasilkan panel atau yang ditarik oleh beban listrik dari baterai.
6. Hubungan Satuan Kelistrikan (Hukum Daya)
Semua satuan ini saling berhubungan. Kamu harus mengingat rumus dasar ini (disebut juga Hukum Daya):
Daya (Watt) = Tegangan (Volt) × Arus (Ampere)
(W = V x A)
Rumus ini sangat penting untuk memilih komponen yang tepat. Misalnya, jika kamu punya beban 120 Watt pada sistem 12 Volt, maka arus yang ditarik adalah: 120 W / 12 V = 10 Ampere.
- Watt (W) adalah daya yang digunakan sebuah alat.
- Watt-hour (Wh) menunjukkan total energi yang dipakai dalam periode waktu, ini penentu kebutuhan harian kamu.
- Watt-peak (Wp) digunakan untuk menyatakan kapasitas panel surya.
- Volt (V) adalah tegangan sistem, dan Ampere (A) adalah arus listrik.
- Memahami hubungan W, Wh, Wp, V, dan A akan memudahkan kamu membaca spesifikasi dan merancang sistem PLTS yang lebih tepat.