Inverter adalah "jantung" dari setiap sistem PLTS. Fungsinya sangat vital: mengubah arus listrik searah (DC) yang dihasilkan panel surya dan disimpan baterai menjadi arus bolak-balik (AC) standar yang digunakan oleh peralatan rumah tangga Anda (TV, kulkas, AC, dll.).
Memilih inverter yang salah tidak hanya mengurangi efisiensi sistem, tetapi juga dapat merusak peralatan elektronik Anda. Panduan ini akan membahas tipe inverter dan memberikan rekomendasi untuk PLTS rumahan.
Tiga Jenis Inverter PLTS yang Wajib Diketahui
Inverter harus disesuaikan dengan jenis sistem PLTS yang Anda gunakan (Off-grid, On-grid, atau Hybrid):
| Jenis Inverter | Fungsi Utama | Pencocokan Sistem |
|---|---|---|
| **Off-Grid Inverter** | Mengubah DC dari Baterai menjadi AC. Tidak terhubung ke PLN. | Sistem PLTS Mandiri (Off-Grid) |
| **On-Grid/Grid-Tie Inverter** | Mengubah DC dari Panel menjadi AC, dan mensinkronkan dengan jaringan PLN. Tidak bisa bekerja tanpa PLN. | Sistem PLTS Terhubung Jaringan (On-Grid) |
| **Hybrid Inverter** | Menggabungkan fungsi Off-Grid dan On-Grid. Dapat mengisi baterai, menjual ke PLN (jika diizinkan), dan berfungsi sebagai *backup*. | Sistem PLTS Hybrid |
Pentingnya Gelombang *Pure Sine Wave*
Inverter terbagi dua berdasarkan kualitas gelombang yang dihasilkan:
- **Modified Sine Wave (Gelombang Termodifikasi):** Gelombang kotak yang kasar dan murah. Hanya cocok untuk lampu atau pemanas sederhana. **Sangat tidak disarankan** untuk peralatan elektronik sensitif (komputer, kulkas, AC, pompa air) karena dapat menyebabkan panas, *buzzing*, dan merusak motor induksi.
- **Pure Sine Wave (Gelombang Murni):** Menghasilkan gelombang AC yang identik dengan listrik PLN. Ini adalah **standar wajib** untuk semua PLTS rumahan agar perangkat elektronik Anda bekerja optimal, aman, dan awet.
Pastikan inverter yang Anda beli, terutama untuk penggunaan rumah, adalah tipe **Pure Sine Wave**.
Tips dan Fitur Wajib Saat Memilih Inverter
- **Perhatikan Kapasitas Surge:** Inverter harus memiliki kapasitas *surge* (daya puncak) yang cukup untuk menghidupkan perangkat berdaya tinggi sesaat (misalnya AC, pompa air, kulkas) yang membutuhkan daya 2-5 kali lipat dari daya normalnya saat start. Pilih inverter dengan kapasitas VA (volt-ampere) 20-30% lebih tinggi dari total beban AC Anda.
- **Efisiensi Konversi:** Pilih inverter dengan efisiensi setidaknya 90% (lebih tinggi lebih baik). Efisiensi yang rendah berarti lebih banyak energi yang terbuang menjadi panas.
- **Fungsi *Built-in* MPPT:** Untuk inverter Off-grid/Hybrid, pastikan sudah dilengkapi kontroler pengisian daya jenis **MPPT (Maximum Power Point Tracking)**, bukan PWM, agar proses pengisian baterai dari panel surya lebih cepat dan optimal.
- **Garansi Resmi:** Inverter adalah komponen vital dan mahal. Pilih merek yang menyediakan garansi minimal 2-5 tahun dan layanan *service center* yang jelas di Indonesia.
Rekomendasi Merek Inverter Terbaik (Ilustratif)
1. Kategori Off-Grid (Tipe Pure Sine Wave)
Cocok untuk sistem yang sepenuhnya terlepas dari PLN atau *backup* kritis menggunakan baterai.
| Merek (Ilustrasi) | Tipe Gelombang | Keunggulan Utama | Estimasi Harga (1kW) |
|---|---|---|---|
| **Brand E (Low Cost)** | Pure Sine Wave | Harga terjangkau, proteksi lengkap, MPPT *built-in*. | Mulai Rp 2.5 Juta |
| **Brand F (High Reliability)** | Pure Sine Wave | Kualitas gelombang sangat stabil, durabilitas tinggi, fitur monitoring Wi-Fi (opsional). | Mulai Rp 4 Juta |
2. Kategori On-Grid/Hybrid
Cocok untuk PLTS yang terhubung dengan PLN dan mengutamakan efisiensi dan fitur pintar.
| Merek (Ilustrasi) | Tipe Sistem | Keunggulan Utama | Estimasi Harga (3kW) |
|---|---|---|---|
| **Brand G (On-Grid)** | On-Grid (String) | Efisiensi konversi tinggi (hingga 98%), *monitoring* aplikasi real-time. | Mulai Rp 9 Juta |
| **Brand H (Hybrid)** | Hybrid (MPPT) | Transisi *backup* cepat (UPS-level), kompatibel dengan berbagai jenis baterai lithium. | Mulai Rp 15 Juta |
**Disclaimer:** Harga per unit yang ditampilkan hanya estimasi kasar dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kurs, kapasitas, dan fitur. Selalu pastikan inverter memiliki sertifikasi SNI/Internasional.